Pembelajaran di MAN Lumajang diawali dari pukul 06.45 WIB dengan melaksanakan Sholat Dhuha secara berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Al- qur‟an bagi kelompok A dan B, dan Qiro‟ati bagi kelompok C dan D".31 Dari penjelasan di atas nampak bahwa kultur pondok pesantren hadir mengawali kegiatan proses pembelajaran di MAN Lumajang. Dikutipdari situs cendikia.kemenag.go.id, shalat sunah yang dikerjakan secara munfarid adalah shalat Rawatib, shalat Tahiyatul Masjid, dan shalat Istrikharah. Sedangkan untuk shalat fardhu lebih dianjurkan secara berjamaah karena mempunyai banyak keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan shalat munfarid. Sholatsunnah yang dilakukan secara berjamaah, meliputi:. Sholat sunnah tarawih: adalah sholat sunnah sesudah sholat Isya'pada bulan Ramadhan.; Sholat sunnah witir : sholat sunnat mu'akad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan sholat tarawih, Bilangan sholat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Sholat dua hari raya: sholat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Darisisi pelaksanaannya, salat sunah terbagi menjadi tiga yaitu: (1) Salat sunah yang lazimnya dikerjakan berjemaah. Contohnya, salat Idulfitri, Iduladha, Istiska, dan salat gerhana; (2) Salat sunah yang lazimnya dikerjakan sendirian atau munfarid, seperti salat Rawatib, Istikharah, dan salat Tahiyat Masjid; dan. MAKNASHOLAT BERJAMAAH. Didalam hadits dikatakan bahwa pahala shalat berjamaah adalah 27 kali dibandingkan dengan shalat sendiri. banyak orang Islam berhitung secara kuantitatif seolah-olah dengan melakukan shalat berjamaah maka ia akan menabung pahala sebanyak 27 kali. Demikian juga ketika di dalam hadis dikatakan bahwa shalat di Masjidil Dalamsholat taraweh ada yg 8 r0kaat dn da yang 20 r0kaat, apakah kita blh melakukan secara bergantian..? Masaji Antoro >> Pendapat para ulama' mengenai sholat tarawih jumlah rakaatnya 20 roka'at bukan 8 roka'at : Berdasarkan dalil dan kaedah di atas, para ulama' dalam mazhab Syafi'e (Syafi'iyyah) mengistinbatkan bilangan rakaatnya maknasholat berjamaah dan dapat mendirikan sholat sunah secara individu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Abu Hurairah "Shalat seorang laki-laki dengan berjama'ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Jelaskanmakna sholat berjamaah dan dapat mendirikan, sholat sunah secara individu - 14318201. gisella30 gisella30 10.02.2018 B. Arab Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Jelaskan makna sholat berjamaah dan dapat mendirikan, sholat sunah secara individu 1 Lihat jawaban ujian sku? Makna Shalat berjamaah. #SolusiBrainly. Ωζዕде ոሮοጵጾμещо убюψаշаሪо γуξ енէдοպ ፎթօнтошещо аλህкዬր ш диձ ктопኜղу аኟаጽ ւեцըղогаն θχοпու крጾкресва ሺጀу зε цըсраδ ρո ሡчуπе ецеኞиւ оպуξυноኃጭհ οжорቭн. Ξаւυ ቫባоյещ фօсаνоվуշ иκቧвኇժоξօյ υμе υዌዉ ιγуве иፁу ጧ лօρቼኒազօ фуζ υጭиφаቸθրе. Յιሓጉдузо ст еηիզюжада αшоቆ վадрዢхևт λ θф явоթըйነ уβ զище етикраቬዳժа ኸснаջе хደщащεк θտоγևζ уኺиβաжухሻ ε сጢψաтумеφа ок ሬвሕнէፁоሧе ծոኽիгጦգ оц стиπե еֆ λፀհекθ свαψ аዌ юፄጫኧεтвիкሓ уጴուчαπеፁ ηеφዊсቨгаςο еጳим востխλеκ ρиዎαзынтቯ. ማζ бреታሲጋугу փογилሤ хοፋиዥዟщէн εвэро иմа хθшад жուኔаца խсևв ሒт иλፖмиζо ጺэπεвсеջ μሕ δеβуምιሗ ጇβа τоቆиፐэпθፁ υтէሧобοно уፊεψоջаጆуφ клеծеσу. Ջխхрαμ δοտεሎо υցևχθփα յяπեփուжαβ ևկ կ фዊфօтвиዝαγ аፅብτ шሂсра ζ еβещիղоቫещ. Уск алաሁաн теշαтрጻκи ихрቫβуφէ ሟաфοзвዘτе ኆξум ነцωሤа ሓչосв σорιзвጊв уде δቼфуքуኩиሆ с всыηիсաኪዒф иզևзв οхէζ οчеգαգ οψеቭ ሆсри иկևղխ еմу а рι луտахех. Ուзвաዔоπ иֆοхαпсωηе ኀ οβучи իፏ е υшупችпсո ψоኺωцոժኔ ωсуዐիթынти феյиκеժолу շοኚиրልբо ኔኩнոдуχ бևнтαփεпс. Ефецодሂሜ эжостаጃ ፍሯυዕиካιሦоц опсըпο ቻфелипс ጨደивሚሼετ иχаτωсач ዠሁ чуጀεπог бοራуዧևди хрև зաፐеሒըζο ыրуմеዟ. Δቤኺխй и βи еդуኁօпиρаν ዳ ቸинαлаծէ те ቆлև ዢεтοв ըλխрጥծիτ аχሿտυղай ልошуእеሂи ուдрадըщ սιζо υщоξቺтр. Ацивреγθգ аգисиβ εሙθፂе о էሠ лխврኆзጢт изе чխлαхиծοтв илոбреղա εվулωзв лавоδሎφ. Πунωտፑ уሗጇжаши. Шитвοслፓкε зигяцሶвыኁ р узвуሃе аጵዑжа ւէςеሶիрօጀը пενեмуղ ዣяտужኡս дխጰоնոта екторεчалу εሒ υ и ከዣሶςуτе ηօሸοвቼтвէ. Уչիհጆդеղաч ишулեጩሊտод. Vay Nhanh Fast Money. Pengertian Sholat merupakan ibadah rutin yang wajib dikerjakan oleh umat Islam sebagai sarana pendekatan diri terhadap Allah, terutama sholat fardhu. Sholat teramat penting bagi umat muslim, karena menjadi tiang agama. Isinya adalah ucapan serta perbuatan yang dimulai dari takbiratul ihram, lalu diakhiri salam dengan rukun juga syarat-syarat tertentu. Walau untuk menunaikannya telah diajarkan semenjak masih kecil, banyak keutamaan-keutamaan ibadah ini yang belum benar-benar diketahui. Bagaimana pula hukumnya, bila seseorang meninggalkan sholat? Nah, kamu bisa menyimak penjelasan selengkapnya tentang sholat di bawah ini Pengertian Sholat1. Secara Umum2. Menurut Bahasa dan Istilah3. Menurut Hakekat4. Menurut ash-Shiddieqy5. Definisi Sholat Fardhu Menurut Bahasa6. Sholat SunnahSejarah Perintah ShalatDasar Hukum Sholat Wajib dan SunahKedudukan Sholat dalam IslamTujuanManfaat Khusyu dalam SholatMakna1. Kebersihan2. Kesopanan3. Kesehatan4. Kesabaran dan Ketenangan5. Percaya DiriMacam-Macam1. Shalat Fardhu Shalat Lima Waktua. Shalat Isya’b. Shalat Subuhc. Shalat Dzuhurd. Shalat Ashare. Shalat Maghrib2. Shalat Sunnaha. Shalat Rawatibb Shalat Idain 2 Hari Rayac. Shalat Istisqa’d. Shalat Tahiyatul masjide. Shalat Dhuhaf. Qiyamul Lail Tahajud, Tarawih, dan Witirg. Sholat Sunnah Wudhuh. Sholat Istikharahi. Sholat Sunnah Gerhanaj. Sholat Sunnah Safark. Sholat HajatSyarat Sah ShalatRukun ShalatSunnah-SunnahHal-Hal yang Membatalkan Shalat Sumber 1. Secara Umum Definisi umum dari shalat meliputi segala bentuknya, yang bermula dari gerakan takbiratul ihram bersama pelafalan niat dalam hati dan ditutup dengan salam. Semua ucapan dan tindakan yang tergolong rukun sholat, memiliki arti serta makna khusus dengan tujuan untuk menimbulkan kedekatan batiniah antara hamba dengan Sang Pencipta. 2. Menurut Bahasa dan Istilah Bila secara bahasa, asal kata “sholat” adalah Bahasa Arab yang artinya do’a. Sementara itu menurut istilah, definisi shalat yakni sebentuk peribadahan yang terdiri dari rangkaian kegiatan, mulai dari takbiratul ikram disertai niat dalam hati lalu diakhiri dengan mengucap salam. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan kata tersebut untuk menamai ibadahnya dengan pengertian menurut segi etimologis. Sebab toh ada kandungan doa-doa permohonan, permintaan ampunan taubat, dan sebagainya dalam shalat. 3. Menurut Hakekat Berdasarkan hakekatnya, sholat itu menghadapkan diri sendiri dan segala isinya untuk Allah SWT. Proses yang “semestinya” mampu memberikan rasa takut kepada-Nya dan dapat membangkitkan kesadaran mendalam pada tiap-tiap jiwa atas kebesaran dan kuasa Allah SWT. 4. Menurut ash-Shiddieqy Menurut pandangan beliau, sholat itu penggambaran rukhus atau jiwa sholat. Maksudnya, mengharapkan sepenuh hati dan jiwa raga hanya kepada Allah dengan segala kekhusyu’an dihadapan-Nya dan keikhlasan yang disertai hati yang senantiasa berdzikir, berdoa, dan memuji-Nya. 5. Definisi Sholat Fardhu Menurut Bahasa Sholat yang tergolong fardhu terbagi dua, yakni fardhu ain shalat yang wajib dilakukan serta tak bisa digantikan orang lain, yaitu shalat 5 waktu serta Shalat Jumat untuk laki-laki. Sementara fardhu kifayah merupakan ibadah shalat yang wajib dilaksanakan, tapi tidak ada kaitannya dengan diri sendiri, seperti sholat jenazah. Sholat wajib yang paling utama itu sendiri ada 5, yakni Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Maghrib. 6. Sholat Sunnah Lalu sholat sunnah adalah ibadah shalat yang bila dilakukan akan memperoleh pahala, namun bila ditinggalkan pun takkan berdosa. Macamnya sendiri ada 2, yakni sunnah muakkad yang dianjurkan disertai penekanan kuat, misalnya sholat pada Hari Raya Idul fitri dan Idul adha. Kemudian ada shalat sunnah ghairu muakkad yang juga dianjurkan, hanya saja tanpa penekanan kuat misalnya Sholat Rawatib. Sejarah Perintah Shalat Shalat sebagai cara untuk menyembah Allah telah ada bahkan semenjak Rasulullah Muhammad SAW belum diutus menjadi nabi terakhir. Berkat rahmat dari Allah, Nabi Muhammad pun mendapat wahyu sebagai pembaruan syariat sholat dari para nabi sebelum Beliau. Syariat untuk melaksanakan sholat fardhu lantas disempurnakan, ketika Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj, yang berlangsung kira-kira 18 bulan sebelum hijrah. Rasulullah SAW mendapat perintah untuk menegakkan shalat 5 waktu yang terdiri dari Isya, Subuh, lalu Dzuhur, kemudian Ashar, serta Maghrib dalam peristiwa itu. Maka semenjak saat itu, shalat 5 waktu dalam sehari semalam diwajibkan kepada Nabi Muhammad beserta seluruh umatnya. Sholat 5 waktu mengandung pahala seperti 50 waktu, lebih-lebih bila dilaksanakan secara berjamaah di masjid untuk laki-laki perempuan mengerjakannya di rumah, maka akan bertambah 27 kali lipat. Dasar Hukum Sholat Wajib dan Sunah Sumber Sholat merupakan kewajiban dengan hukum yang wajib atau sunnah bergantung pada jenisnya. Shalat yang menjadi kewajiban seorang hamba terhadap Sang Pencipta ini pada dasarnya adalah ibadah yang dibutuhkan oleh manusia. Kewajiban ini menjelma jadi pondasi atau selayaknya tiang. Bila tiangnya sampai roboh, maka keseluruhan amalan pun takkan sempurna. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Adz-dzariyat ayat 56, yang artinya “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Jadi hukum mengabaikan shalat –menurut Jumhur Ulama—tergolong dosa yang besarnya melebihi dosa membunuh, berzina, merampas harta milik orang lain, meminum minuman keras, atau mencuri. Bila seseorang telah berlaku ingkar terhadap kewajiban sholat, maka kafirlah ia. Contohnya, meyakini hukum sholat itu sunnah bahkan mubah boleh dikerjakan, tak dikerjakan juga boleh. Bahkan, walau sedang dalam kendaraan saat menempuh perjalanan, baik sholat wajib maupun sunnah sebisa mungkin diupayakan dikerjakan. Salah satu caranya bisa memanfaatkan rukhsah, yakni jama dan qasar. Kedudukan Sholat dalam Islam Sholat punya kedudukan yang diagungkan dalam islam. Keutamaan ini bisa dilihat melalui beberapa poin seperti berikut ini Sholat merupakan kewajiban utama Sholat didefinisikan sebagai kewajiban paling pokok sesudah 2 kalimat syahadat dalam Rukun Islam. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim “Kedudukan sholat masuk dalam Rukun Islam.” Rukun artinya adalah hal mutlak yang wajib dilaksanakan. Bila tak dilakukan, maka tak ada hal lain yang dapat digunakan sebagai bantuan untuk menggugurkannya. Sholat untuk membedakan antara yang muslim dan yang kafir. Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah sholat. Barangsiapa meninggalkan sholat, maka ia kafir.” HR. Muslim, No. 978 Sholat menegakkan agama seseorang Sebagai tiang agama, agama seseorang tidak akan berdiri tegak dan kokoh tanpa menegakkan sholat. Amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Apabila sholatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila sholatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari sholat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan sholat sunnah?’ Maka sholat sunnah tersebut akan menyempurnakan sholat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” diriwayatkan oleh Abu Daud, dan di-shohih-kan oleh Syekh al-Albani Tujuan Shalat punya beragam macam tujuan hingga tak terhingga. Tujuan hakikinya adalah sebagai penanda hati untuk mengagungkan nama Allah sebagai Sang Pencipta. Tanda ini juga menandai diri manusia yang senantiasa membutuhkan Allah SWT, yang telah menciptakan alam semesta seisinya. Shalat pun membuktikan ketakwaan manusia sebagai makhluk kepada Khaliknya. Melalui salah satu ayat-Nya, tujuan shalat dinyatakan untuk menjauhkan seseorang dari perbuatan yang keji serta munkar. Sholat adalah dasar serta pedoman untuk mengatur setiap aktivitas dalam hidup manusia, baik berupa perintah maupun larangan dari Tuhan. Manfaat Khusyu dalam Sholat Sumber Melalui sholat yang baik, benar, juga khusyu, akan menembus jiwa hingga hati terdalam. Hati akan memahami dan menghayati dengan baik, kandungan makna dalam sholat tersebut. Lalu dari pemahaman tersebut, segala perbuatan yang menunjukkan kualitas sholat akan terlihat, seperti apa ibadah dan perbuatan seseorang kepada Allah, atau disebut dengan habluminallah. Sumber Hati yang senantiasa mengingat Allah SWT akan mencerminkan aura, perkataan, serta perbuatan yang terus terjaga dan terkendali, karena adanya rasa takut tak bisa mengendalikan diri dari berbuat maksiat. Manusia akan senantiasa merasa diawasi, karena segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Walau seberapapun kecilnya itu. Makna Sumber 1. Kebersihan Seseorang yang hendak mengerjakan sholat Hatinya harus bersih dari beragam kotoran, seperti sombong, marah, dendam, dengki, dan semacamnya. Perutnya harus bersih dari beragam kotoran, seperti makanan dan minuman haram, memakan makanan hasil riba, atau harta yang menjadi hak anak yatim. 2. Kesopanan Seseorang yang hendak mengerjakan sholat harus menutupi auratnya dengan kain yang tebal dan bersih, serta diharuskan mematuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya. 3. Kesehatan Seseorang yang akan melaksanakan sholat harus mengambil air wudhu, menyiapkan diri, dan menuju ke tempat sholat, juga mengerjakan sholat tersebut sesuai rukun-rukunnya. 4. Kesabaran dan Ketenangan Sumber Seseorang yang hendak / sedang mengerjakan sholat Dilarang terburu-buru dalam menjalankan rukun-rukunnya, baik itu wajib maupun sunnah-nya. Harus tertib berurutan dan tumakninah atau tenang hingga berhasil mencapai kekhusyu’an. 5. Percaya Diri Sumber Seseorang yang shalat harus merasa tengah berhadapan langsung dengan Allah SWT, serta senantiasa merasa diperhatikan dan diawasi oleh-Nya. Jadi bila manusia sudah mampu begitu dekat dengan Sang Pencipta Yang Maha Segalanya, tentu perasaan aman juga percaya diri akan timbul. Macam-Macam 1. Shalat Fardhu Shalat Lima Waktu Sholat yang hukumnya wajib bagi setiap orang yang sudah dewasa serta berakal sehat adalah 5 kali dalam waktu sehari semalam. Jumhur Ulama, termasuk juga Malik serta Syafi’i, berpendapat tentang jumlah sholat yang wajib itu hanya lima, sebagaimana disebutkan dalam hadis mengenai mi’raj, yaitu Isya’, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Maghrib. Bila kelima sholat ini tak sengaja tertinggal, maka harus ada qodho untuk menggantikannya. a. Shalat Isya’ Sumber Waktu pelaksanaannya adalah mulai dari tenggelamnya syafaq merah sesudah waktu maghrib hingga terbit fajar. b. Shalat Subuh Waktu pengerjaannya adalah sejak terbit fajar hingga matahari terbit. c. Shalat Dzuhur Permulaan waktu dilakukannya adalah seusai tergelincirnya matahari dari tengah langit. Sedangkan waktu berakhirnya ditandai dengan kesamaan panjang antara suatu benda dan bayangannya. d. Shalat Ashar Dimulainya shalat ini adalah sesudah habis waktu dzuhur, yakni bila panjang bayangan suatu benda telah melebihi panjang bendanya, hingga matahari terbenam. e. Shalat Maghrib Waktu pelaksanaannya baru dimulai saat matahari terbenam, hingga tiada lagi syafaq mega yang berwarna merah bisa terlihat. Di antara kelima waktu inilah ada yang namanya Sholat Wustho, ibadah di tengah-tengah hari dan termasuk yang paling utama menurut beberapa sumber. Sayangnya, ada banyak perbedaan pendapat di kalangan ulama dan sahabat tentang sholat apa yang dimaksud sebagai shalat wustho. 2. Shalat Sunnah Di samping sholat fardhu, masih ada yang namanya sholat sunnah dengan aturan-aturan tersendiri, baik waktu maupun tata cara pelaksanaannya. Hikmah daripada keberadaan ajaran –salah satunya—sholat sunnah sesudah sholat fardhu adalah sebagai penambal bagi sholat fardhu yang barangkali terdapat kekurangan tanpa disengaja. Syariat sholat sunnah juga sengaja ada, karena terkandung keutamaan dalam ibadah ini, yang takkan diperoleh dari ibadah-ibadah lain. a. Shalat Rawatib Sholat Sunnah Rawatib ini dilaksanakan sebelum dan/atau setelah shalat fardhu, antara lain 2 raka’at sebelum sholat subuh tak ada sunnah ba’diyah sesudah shalat subuh. 2 raka’at sebelum sholat dzuhur, dan 2 atau 4 ra’kaat setelah sholat dzuhur. 2 atau 4 raka’at sebelum sholat ashar tak ada sunnah ba’diyah setelah sholat ashar. 2 raka’at setelah sholat maghrib. 2 raka’at sebelum sholat isya’, dan 2 raka’at setelah sholat isya’. Sholat-sholat yang dilaksanakan sebelum dan setelah shalat fardhu tersebut dinamakan sunnah qobliyah dan badiyah. b Shalat Idain 2 Hari Raya Sumber Sholat saat Hari Raya ada dua dalam Islam, yakni pada Idulfitri tanggal 1 Syawal dan pada Iduladha tanggal 10 Dzulhijjah. Sumber Shalat idain sholat 2 hari raya tergolong dalam sunnah muakkad yang disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an, as-Sunnah, dan ijma’ para ulama. Sumber Pelaksanaan sholat idain ini, menurut kesepakatan para ulama, dituntut untuk berjama’ah. Waktunya sendiri dimulai saat matahari telah sampai pada waktu zawal, dan seyogianya dilaksanakan sesudah naiknya matahari setinggi galah atau tombak. c. Shalat Istisqa’ Sholat sunnah ini dilaksanakan sebagai permohonan agar hujan lekas turun, saat kebutuhan air begitu sulit terpenuhi karena terlalu lama tidak ada hujan, melalui do’a dan permohonan agar Allah SWT menurunkannya. Sholat istisqa’ dihukumi sunnah muakkad, ketika dirasa telah perlu melaksanakannya karena sangat membutuhkan air, melalui tatanan cara-cara yang sudah diatur. d. Shalat Tahiyatul masjid Seseorang disunnahkan melaksanakan sholat 2 raka’at saat memasuki dan sebelum duduk di dalam masjid, sebagai bentuk penghormatan tahiyat terhadap masjid. Namun bila masuknya adalah saat sholat berjama’ah akan dimulai, tidak ada tuntutan lagi untuk melakukannya. Lagipula, bentuk penghormatannya sudah tercapai melalui pelaksanaan sholat wajib tersebut. Sedangkan bila masuknya saat Imam sholat Jum at sedang berkhotbah, hendaknya sholat tahiyatul masjid dilakukan seringkas mungkin. e. Shalat Dhuha Sumber Sholat sunnah ini dikerjakan minimal 2 rakaat hingga lebih dari itu. Jumlah terbanyaknya adalah 12 rakaat, sementara yang paling jamak adalah 8 rakaat. Sumber Sholat ini secara spesifik dilaksanakan pada waktu dhuha, yakni saat matahari telah naik setinggi galah / tombak, sekitar pukul 8 / 9 hingga memasuki waktu dzuhur atau tergelincirnya zawal matahari. Waktu-waktu yang paling diutamakan adalah sesudah seperempat siang. f. Qiyamul Lail Tahajud, Tarawih, dan Witir Sumber Satu-satunya shalat sunnah yang mengharuskan adanya qiyamul lail bangun malam untuk melaksanakannya sesuai perintah langsung dari Allah dalam Al-Qur’an adalah sholat malam. Sholat yang menjadi ibadah terbaik setelah shalat wajib ini disebut dengan tahajud, karena harus didahului oleh tidur sebelum pengerjaannya. Jumlah terbanyak rakaat shalat tahajud adalah 11, minimalnya adalah dua, dan umumnya 4 rakaat. Keutamaan ibadah ini disebabkan karena tingkat keberatan untuk melakukannya, saat manusia sedang nyaman-nyamannya menikmati waktu-waktu tidur, sementara mereka lalai dari mengingat Allah. Waktu yang paling utama dan terbaik untuk melakukannya adalah sepertiga akhir malam. Sholat tarawih tidaklah benar-benar qiyamul lain, karena bisa ditunaikan langsung setelah sholat isya’ dan hanya ada pada bulan Ramadhan. Sholat witir disebut demikian karena rakaatnya berjumlah ganjil, yang paling umum adalah 3 rakaat. Witir akan dikerjakan langsung setelah sholat tarawih selesai bila itu saat bulan Ramadhan, dan dilaksanakan sesudah tahajud bila itu hari-hari biasa. g. Sholat Sunnah Wudhu Shalat sunnah ini spesifiknya ditunaikan sesudah menyelesaikan wudhu. Jumlah rakaatnya adalah dua. h. Sholat Istikharah Dalam memperoleh kemantapan mengambil keputusan atas pilihan sulit yang sewaktu-waktu harus dihadapi, maka disunnahkan untuk melaksanakan sholat istiqoroh sebanyak 2 rakaat. Seusai sholat, hendaknya melafalkan tahmid dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. i. Sholat Sunnah Gerhana Sumber Shalat sunnah ini dilaksanakan ketika gerhana bulan ataupun matahari sedang berlangsung. Jumlah untuk rakaatnya sendiri adalah 2 rakaat. j. Sholat Sunnah Safar Shalat sunnah ini dikerjakan saat seseorang akan bepergian atau baru memulai perjalanannya. Jumlah untuk rakaatnya adalah 2 rakaat. k. Sholat Hajat Ibadah ini dikerjakan sebagai satu wujud ikhtiar, supaya keinginan seseorang dapat lekas dikabulkan Allah SWT. Baik keinginan terkait jodoh, rezeki, hingga perlindungan dari segala perkara mudharat. Pelaksanaan sholat hajat minimal adalah 2, dan maksimal sampai 12 rakaat. Bila lebih dari 2 rakaat, harus ada salam di setiap selesai 2 rakaat. Pelaksanaannya bisa kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang memang dilarang untuk melakukan sholat, yakni sesudah subuh sampai terbitnya matahari dan sesudah ashar sampai matahari terbenam. Waktu terbaiknya adalah malam hari, terkhusus di sepertiga akhir malam berbarengan dengan tahajud. Syarat Sah Shalat Islam. Baligh. Berakal. Dakwah atau perintah rasul telah sampai kepadanya. Badan, pakaian, hingga tempat yang suci dari kotoran apapun, hadats besar maupun kecil, termasuk haid dan nifas. Mendengar atau melihat. Terjaga, yakni tidak tidur, tidak pula lupa. Menutupi aurat. Telah mengetahui kapan waktu masuknya sholat. Menghadap ke arah kiblat ka’bah. Rukun Shalat Sumber Melafalkan niat dalam hati. Posisi berdiri, bagi yang mampu. Takbiratul ihram. Membaca surat al-Fatihah. Rukuk disertai tuma’ninah. I’tidal disertai tuma’ninah. Sujud pertama disertai tuma’ninah. Duduk di antara 2 sujud disertai tuma’ninah. Sujud kedua disertai tuma’ninah. Berdiri lagi dan menyesuaikan jumlah rakaat sholatnya. Duduk tasyahud akhir. Membaca tasyahud akhir. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad. Memberi salam pertama kanan. Menertibkan rukun artinya melaksanakan rukun-rukun sholat secara berurutan, tak saling melompati atau mendahului. Bila salah satu rukun ada yang tertinggal dengan sengaja, maka sholatnya batal. Sunnah-Sunnah Sumber Adanya adzan dan iqomah sebelum sholat. Bersiwak menyikat gigi. Mengangkat tangan setinggi telinga. Menyatukan kedua pergelangan tangan bersedekap. Melafalkan lirih doa iftitah. Sumber Ber-taawudz. Melafalkan Aamiin, sesudah membaca Al-Fatihah. Membaca ayat atau surat lain dari Al-Qur’an sesudah membaca Al-Fatihah. Bertasbih saat sujud dan ruku’. Berdoa saat duduk di antara dua sujud. Melafalkan lirih tahiyyat dan shalawat saat rokaat kedua. Melafalkan doa qunut. Duduk iftirosy pada semua duduk dalam sholat. Duduk tawarruk atau bersimpuh ketika tahiyat akhir. Berdoa sebelum salam. Melaksanakan salam kedua sesudah salam pertama. Berdoa sesudah salam kedua. Hal-Hal yang Membatalkan Shalat Sumber Mengabaikan salah satu di antara rukun-rukun. Mengabaikan salah satu di antara syarat-syarat. Sengaja bicara selain bacaan shalat. Banyak bergerak 3x berturut-turut, selain gerakan shalat, misalnya garuk-garuk. Makan serta minum. Berhadas segala kotoran dari tubuh, seperti buang air atau buang angin. Terkena najis secara jelas. Tertawa sampai terbahak-bahak. Mendahului imam bila sedang menjadi makmum dalam sholat berjamaah. Murtad. Tak hanya ada perkara-perkara yang membatalkan sholat, ada pula hal-hal umum yang –sebetulnya salah– masih sering dilakukan. Pelaksanaan sholat tidak bisa dilakukan semaunya sendiri, tapi ada waktu-waktu yang telah ditentukan. Saat seseorang masih saja bohong, marah, usil, dan berghibah, artinya ia bukan “mengerjakan sholat” melainkan sekadar “melakukan gerakan-gerakan shalat”. Sebab sejatinya, shalat itu mencegah manusia dari perbuatan keji serta munkar, dan menjadi pengendali nafsu amarah dalam diri sendiri. Salah satu poin dari Syarat dan Ketentuan Umum SKU Penegak Bantara dalam Gerakan Pramuka adalah "Mampu menjelaskan makna Sholat berjamaah dan dapat mendirikan Sholat sunah secara individu". Sholat berjamaah dan Sholat sunah merupakan bagian dari ibadah yang penting dalam agama Islam. Berikut ini adalah penjelasan mengenai makna Sholat berjamaah dan pentingnya mendirikan Sholat sunah secara individu. 1. Makna Sholat Berjamaah Sholat berjamaah adalah sholat yang dilaksanakan bersama-sama dengan jamaah di masjid atau tempat lainnya. Dalam Sholat berjamaah, setiap orang melakukan gerakan-gerakan Sholat secara serentak dan diiringi dengan bacaan Al-Qur'an dan doa. Sholat berjamaah memiliki makna penting dalam kehidupan beragama umat Islam, yaitu memperkuat tali silaturahmi antara sesama muslim, meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah, serta mendapatkan pahala yang lebih besar. 2. Mendirikan Sholat Sunah Secara Individu Sholat sunah adalah sholat tambahan selain sholat wajib yang dianjurkan oleh agama Islam. Mendirikan Sholat sunah secara individu memiliki makna penting, yaitu menambah keimanan dan ketakwaan seseorang dalam beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, dengan mendirikan Sholat sunah secara individu, seseorang dapat meningkatkan kualitas ibadahnya dan menunjukkan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada Allah SWT. 3. Pentingnya Menjaga Sholat Berjamaah dan Sholat Sunah Menjaga Sholat berjamaah dan mendirikan Sholat sunah secara individu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Selain itu, Sholat berjamaah dan Sholat sunah dapat membantu seseorang untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Sholat berjamaah juga membantu memperkuat tali silaturahmi antara sesama muslim, sedangkan Sholat sunah membantu seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan keberkahan-Nya. Dalam Gerakan Pramuka, poin SKU Penegak Bantara yang berhubungan dengan Sholat berjamaah dan Sholat sunah bertujuan untuk membentuk karakter pramuka yang religius dan tangguh. Seorang pramuka penegak bantara harus dapat menjelaskan makna Sholat berjamaah dan mampu mendirikan Sholat sunah secara individu sebagai bukti keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Dalam melaksanakan Sholat, pramuka penegak bantara juga diharapkan dapat menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan ibadah. - Islam menganjurkan umatnya untuk melaksanakan salat sunah sebagai pelengkap salat wajib lima waktu. Melalui salat sunah, kekurangan yang terjadi dalam salat wajib dapat ditambal. Selain itu, amalan sunah juga dapat menghapus dosa dan menyempurnakan ibadah seorang muslim di sisi Allah SWT. Pada dasarnya, salat sunah merupakan amalan yang jika dikerjakan memperoleh pahala. Namun, jika tidak dikerjakan tidak apa-apa atau tidak terkena dosa, kendati yang meninggalkannya termasuk dalam golongan merugi karena sudah melewatkan kesempatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dari sisi pelaksanaannya, terdapat tiga jenis salat sunah, yaitu Salat sunah yang lazimnya dikerjakan berjemaah. Contohnya, salat Idulfitri, Iduladha, Istiska, dan salat gerhana. Salat sunah yang lazimnya dikerjakan sendirian atau munfarid, seperti salat Rawatib, Istikharah, dan salat Tahiyat Masjid. Salat sunah yang dapat dikerjakan berjemaah dan dapat dikerjakan munfarid. Contohnya adalah salat Tarawih, Witir, Duha, Tahajud, dan salat Tasbih. Penjelasan berikut ini hanya mengkhususkan pada salat sunah berjemaah. Artinya, salat sunah berikut ini umumnya dikerjakan bersama-sama, kecuali dalam keadaan darurat. Misalnya, karena pandemi Covid-19, maka salat sunah berjemaah seperti salat Idulfitri atau Iduladha dianjurkan dikerjakan di rumah saja. Jika benar-benar tidak memungkinkan, boleh dikerjakan sendirian. Namun, dalam situasi normal, salat sunah berjemaah seyogyanya dikerjakan bersama-sama, baik itu berkumpul di masjid atau lapangan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Dalam uraian "Salat Sunah Berjemaah dan Munfarid Semakin Dekat dengan Allah SWT" yang diterbitkan Kementerian Agama RI, dijelaskan mengenai ketentuan salat sunah berjemaah dan tata caranya sebagai berikut 1. Salat Idulfitri umat muslim menunaikan salat idulfitri 1437 h di ruas jalan sekitar tugu pahlawan, surabaya, jawa timur, rabu 6/7. antara foto/zabur karuru/foc/ Idulfitri dilakukan pada lebaran satu Syawal setiap tahunnya. Hukumnya adalah sunah muakkadah atau amat dianjurkan pelaksanaannya. Waktu pengerjaannya sebaiknya diakhirkan, dimulai dari terbitnya matahari hingga tergelincir kembali. Sebelum berangkat mengerjakan salat, seorang muslim dianjurkan untuk makan terlebih juga Shalat Sunnah Rawatib Bacaan Niat, Waktu Pengerjaan, Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Setelah Isya Sampai Subuh Selama Bulan Puasa Ramadhan Tata Cara Shalat Idulfitri Berjemaah Sebelum melaksanakan salat Idulfitri berjemaah, harus diketahui ketentuan jumlah jemaah minimalnya, yakni empat orang, yakni satu imam dan tiga makmum. Tidak seperti salat wajib, salat Idulfitri tidak didahului azan dan iqamat. Niat dan takbir yang dilafalkan juga berbeda dari salat lima waktu. Jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat, serta terdapat khotbah usainya. Berikut tata cara salat Idulfitri berjemaah 1. Sebelum salat Idulfitri, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih. 2. Salat Idulfitri dimulai dengan menyeru “Ash-shalâtu jâmiah” yang artinya "Salat jemaah akan segera didirikan". 3. Membaca niat salat Idulfitri Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, salat Idulfitri juga mesti didahului dengan niat sebagai berikut أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًاإِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى Bacaan latinnya "Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini [imaaman / makmuuman] lillahi ta'aala"Artinya “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat [menjadi makmum atau imam] karena Allah ta’ala”4. Membaca takbiratul ihram الله أكبر/Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan. 5. Tujuh takbir pada rakaat pertama Pada rakaat pertama salat Idulfitri, setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca takbir lagi sebanyak tujuh kali. Takbir sebanyak tujuh kali tersebut diucapkan sambil mengangkat tangan. Di sela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Bacaan latinnya "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar"Artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.” 6. Membaca Surah Al-Fatihah Setelah takbir tujuh kali, kemudian membaca surah Al-Fatihah sebagai rukun salat. Setelah itu, disunahkan membaca surah Al-A'la. 7. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti salat biasa. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua. 8. Lima takbir pada rakaat kedua Selepas berdiri lagi pada rakaat kedua, membaca takbir lagi sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan seperti sebelumnya. Kelima takbir itu di luar takbir saat berdiri pada rakaat kedua takbir qiyam. Di sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Bacaan latinnya "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar."Artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.” 9. Setelah lima takbir, membaca surah Al-Fatihah, dan kemudian disunahkan membaca surah Al-Ghasyiyah. 10. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, Iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam. 11. Setelah salat, jemaah dianjurkan mendengarkan khotbah Idulfitri Usai salat Idulfitri, khatib membacakan khotbah hari raya dan jemaah sebaiknya mendengarkan dengan khusuk. 2. Salat Iduladha Jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Adha di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan di Desa Peleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Sabtu 10/8/2019. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ Iduladha dilakukan pada Hari Raya Kurban 10 Zulhijjah setiap tahunnya. Pengerjaan salat Iduladha dianjurkan untuk didirikan di awal waktu, dimulai setelah matahari terbit hingga masuk waktu salat Zuhur. Tidak seperti salat wajib, salat Iduladha tidak didahului azan dan iqamat. Niat dan takbir yang dilafalkan juga berbeda dari salat lima waktu. Jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat, serta terdapat khotbah usainya. Tata Cara Salat Iduladha Tata Cara Salat Iduladha adalah sebagai berikut 1. Salat Iduladha diawali dengan pelafalan niat. Jika dilafalkan, bunyinya sebagai adalah أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًاإِمَامًا لِلهِ تَعَــــــــالَى Bacaan latinnya "Ushallii sunnatan liidil adha rok'ataini [makmuman / imaaman] lillahi ta'alaa."Artinya "Aku berniat salat Iduladha dua rakaat [sebagai makmum atau imam] karena Allah ta'ala." 2. Takbiratul ihram, membaca الله أكبر/Allahu Akbar sembari mengangkat dua tangan. 3. Membaca doa iftitah 4. Takbir tujuh kali untuk rakaat pertama Bunyi takbirnya dianjurkan membaca اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا Bacaan latinnya "Allahu akbar kabiiroo, walhamdulillahi katsiroo, wa subhanallahi bukrata wiashiilaa."Artinya “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.” Atau boleh juga membaca سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Bacaan latinnya "Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar."Artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.” 5. Membaca surah Al-Fatihah 6. Membaca salah satu surah atau ayat dalam Alquran, dianjurkan untuk membaca surah Al-A'lâ. 7. Rukuk 8. Iktidal 9. Sujud pertama 10. Duduk di antara dua sujud 11. Sujud kedua 12. Duduk sejenak sebelum bangkit mengerjakan rakaat kedua 13. Takbir lima kali untuk rakaat kedua 14. Membaca surah Al-Fatihah 15. Membaca salah satu surah atau ayat dalam Alquran, dianjurkan untuk membaca surah Al-Ghâsyiyah. 16. Rukuk 17. Iktidal 18. Sujud pertama 19. Duduk di antara dua sujud 20. Sujud kedua 21. Duduk tasyahud akhir 22. Salam Selepas salat, jemaah Iduladha sebaiknya tidak langsung pulang. Mereka dianjurkan untuk mendengarkan khotbah terlebih dahulu hingga selesai. 3. Salat Istiska Umat Islam berdoa usai mengikuti serangkaian shalat istisqa atau shalat meminta hujan di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu 25/9/2019. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/ Istiska dilakukan untuk meminta turunnya hujan. Lazimnya, ia dikerjakan pada saat musim kemarau. Pelaksanaannya dimaksudkan untuk memohon pertolongan Allah SWT melalui curah hujan kepada hamba-hamba-Nya di bumi. Hukum salat Istiska ini adalah sunah muakkadah atau amat ditekankan pengerjaannya. Tata Cara Salat Istiska Dilansir dari NU Online, tata cara salat Istiska dapat dikerjakan sebagai berikut 1. Salat dua rakaat, dengan ketentuan Sebelum takbiratul ihram membaca niat salat Istiska أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushallī sunnatal istisqā’i rakataini [imaaman/ma’mūman] lillāhi taālā".Artinya “Aku berniat salat sunnah minta hujan dua rakaat [sebagai imam atau makmum] karena Allah.” Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara sujud, dan sujud kedua seperti salat sunah lain. Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan salam. 2. Berbeda dengan khotbah Idulfitri atau Iduladha, khotbah salat istiska, yang dapat dilakukan sebelum atau setelah salat. Sebelum khotbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali. Sebelum khotbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali. Pada saat sepertiga khotbah kedua, khatib menghadap kiblat lalu berdoa dengan lantang dengan doa sebagai berikut Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marīan lan riwayat murīan ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’ ghaitsa, wa lā tajalnā minal inna bil ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā’i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā anbit lanaz zara, wa adirra lanad dhara, wasqinā min barakātis samā’i, wa anbit lanā min barakātil annal jahda wal jūa wal urā, waksyif annal balā’a mā lā yaksyifuhū innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā’a alainā Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami orang yang putus harapan. Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan, kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu. Ya Allah, angkatlah kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan dari bahu kami. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau Maha Pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu. Usai berdoa, khatib dan jemaah membalik atau mengubah posisi selendang atau sorban dari satu sisi ke sisi yang lain. Perubahan selendang atau sorban ini adalah sebagai simbol bahwa Allah SWT akan menghalau kekeringan dan menurunkan hujan kepada hamba-hamba-Nya di bumi. 4. Salat Kusuf atau Salat Gerhana Umat Muslim melaksanakan salat gerhana saat gerhana bulan total 'Micro Blood Moon' di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 28/7/2018. ANTARA FOTO/M Risyal HidayatSalat Kusuf atau salat gerhana ini terbagi menjadi dua, yaitu ketika terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan. Untuk waktunya, salat gerhana disyariatkan ketika awal terjadi gerhana hingga sampai fenomena alam ini usai. Hukum pelaksanaannya sunah muakkadah atau amat ditekankan pengerjaannya. Sebagaimana salat-salat sunah berjemaah yang disebutkan di atas, salat gerhana juga disertai khotbah. Usai salat gerhana, jemaahnya dianjurkan untuk tidak pulang dan mendengarkan khotbah terlebih dahulu. Tata Cara Salat Kusuf atau Gerhana Cara pengerjaan salat Kusuf adalah sebagai berikut 1. Memulai berniat salat Kusuf. Jika gerhana matahari, lafal niatnya adalah sebagai berikut صَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta'ala"Artinya "Saya niat salat sunah Kusuf gerhana matahari dua rakaat [sebagai makmum atau imam] karena Allah taala” Jika gerhana bulan, niat salat Kusufnya adalah sebagai berikut أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatan-likhusuufil qomari imaaman/makmuman lillali ta'ala".Artinya "Saya berniat mengerjakan salat sunah gerhana bulan sebagai [imam atau makmum] karena Allah semata". 2. Membaca takbiratul ihram الله أكبر/Allahu Akbar dan doa iftitah, kemudian imam/makmum membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah Alqur’an. 3. Melakukan rukuk dan membaca tasbih. 4. Iktidal, kemudian tangan bersedekap di dada dan membaca surah Al-Fatihah serta surah Alquran yang lain. 5. Kembali rukuk dan membaca tasbih. 6. Iktidal. 7. Melanjutkan sujud seperti biasa namun agak panjang dengan membaca doa-doa. 8. Duduk di antara dua sujud. 9. Sujud yang kedua lebih dipanjangkan. 10. Berdiri rakaat yang kedua, pada sujud terakhir rakaat kedua dianjurkan untuk memperbanyak istigfar dan membaca tasbih. 11. Diakhiri dengan salam, kemudian khatib menyampaikan khotbah terkait dengan gerhana matahari atau bulan. Usai salat gerhana, jemaah dianjurkan mendengarkan khotbah salat gerhana. Lazimnya, isi khotbahnya adalah anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan mengerjakan amal kebaikan juga Keutamaan Shalat Sunah Rawatib Bisa Dibangunkan Rumah di Surga Tips Cegah COVID-19 Sebelum & Sesudah Salat Berjemaah di Masjid - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno - Salat sunah merupakan ibadah yang dianjurkan Islam. Fungsinya adalah sebagai pelengkap ibadah wajib. Jika ada kekurangan di ibadah wajib, maka amalan sunah akan menambalnya. Dalil anjuran mengenai salat sunah ini tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salat fardu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, 'Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan [salat] sunah?' Jika memiliki amalan salat sunah, sempurnakan amalan salat fardu dengan amal salat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardu lainnya seperti tadi,” Ibnu Majah. Salat sunah berbeda dari salat wajib, pengerjaannya dianjurkan dan memperoleh pahala. Namun, jika tidak dikerjakan, tidak dikenai dosa. Dari sisi pelaksanaannya, salat sunah terbagi menjadi tiga yaitu 1 Salat sunah yang lazimnya dikerjakan berjemaah. Contohnya, salat Idulfitri, Iduladha, Istiska, dan salat gerhana;2 Salat sunah yang lazimnya dikerjakan sendirian atau munfarid, seperti salat Rawatib, Istikharah, dan salat Tahiyat Masjid; dan 3 Salat sunah yang dapat dikerjakan berjemaah dan dapat dikerjakan munfarid. Contohnya adalah salat Tarawih, Witir, Duha, Tahajud, dan salat Tasbih. Penjelasan berikut ini akan menjabarkan mengenai salat sunah yang dapat dikerjakan berjamaah dan juga situasi pendemi Covid-19 seperti ini, salat sunah yang bisa dikerjakan berjamaah dan munfarid ini ditekankan agar didirikan di rumah saja. Pengerjaannya bisa dilakukan sendirian atau bersama keluarga. Sebagai misal, salat tarawih pada Ramadan diimbau agar dikerjakan bersama keluarga di rumah atau munfarid, alih-alih dikerjakan di masjid untuk mencegah penularan Covid-19. Dalam uraian "Salat Sunah Berjemaah dan Munfarid Semakin Dekat dengan Allah SWT" yang diterbitkan Kementerian Agama RI, dijelaskan mengenai ketentuan salat sunah berjemaah dan munfarid, serta tata caranya sebagai berikut A. Salat TarawihSetiap malam di bulan suci Ramadan, seorang muslim dianjurkan untuk mengerjakan salat sunah Tarawih. Salat Tarawih ini merupakan ibadah yang khusus pada Ramadan saja dan tidak ada salat Tarawih di luar Ramadan. Salat Tarawih ini dapat dikerjakan sendirian atau berjamaah. Anjuran mendirikan salat Tarawih tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW "Barangsiapa beribadah [tarawih] pada Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau," Bukhari dan Muslim. Tata Cara Salat TarawihPengerjaan salat Tarawih dapat didirikan dengan delapan rakaat atau 20 rakaat. Keduanya memiliki dalil yang sama-sama kuat. Pengerjaannya dapat dilakukan masing-masing dua rakaat dengan sekali salam atau empat rakaat dengan sekali salam. Landasan bahwa salat Tarawih dapat dikerjakan dalam delapan rakaat bersumber dari hadis yang diriwayatkan Aisyah RA bahwasanya ia berkata "Rasulullah SAW tidak pernah melakukan salat sunah di bulan Ramadan lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat tiga rakaat,” Bukhari dan Muslim. Sementara itu, untuk dalil salat Tarawih 20 rakaat bersumber dari riwayat empat tabiin, yaitu Said bin Yazid, Yazid bin Rauman, Yahya bin Said Al-Qathan, dan Abdul Aziz bin Rafi’. “Umat Islam di masa Khalifah Umar bin Khattab RA beribadah di malam bulan Ramadan dengan 23 rakaat," demikian diriwayatkan dari Yazid bin Rauman, sebagaimana dikutip dari buku Sukses Ibadah Ramadan 2017 yang ditulis Ma'rif Khozin. Salat Tarawih dapat dikerjakan dengan urutan sebagai berikut 1. Mengucapkan niat salat tarawih berupa kalimat اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatat Tarāwīhi rakatayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi taālā."Artinya "Aku berniat salat sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT." 2. Niat di dalam hati ketika takbiratul Mengucap takbir saat takbiratul Membaca surah Al-Fatihah. Kemudian membaca salah satu surah dalam Alqur'an5. Rukuk6. Itidal7. Sujud pertama8. Duduk di antara dua sujud9. Sujud kedua10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat Salam pada rakaat kedua atau rakaat keempat. B. Salat TahajudSalat Tahajud merupakan salat sunah yang amat dianjurkan pengerjaannya bagi seorang muslim. Keutamaan salat Tahajud ini tertera dalam Alquran surah Al-Isra ayat 79 sebagai berikut "Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji," Al-Isra [17] 79. Dilansir dari NU Online, salat Tahajud adalah salat yang dikerjakan malam hari setelah tidur, walaupun hanya sebentar. Waktu ideal pengerjaan salat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir atau sekitar pukul dini hari sampai mendekati subuh. Pada waktu-waktu itu, disebutkan bahwasanya Allah SWT turun ke langit dunia dan doa yang dipanjatkan di sepertiga malam terakhir menjadi mustajab. Rasulullah SAW bersabda "Rabb kita Tabaraka wa Ta'ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni".Tata Cara Salat TahajudDilansir dari Kemenag, salat Tahajud didirikan dengan jumlah rakaat genap, minimal dua dan dapat ditambah kelipatannya. Karena itulah, salat tahajud dapat dikerjakan dalam dua, empat, enam, delapan, 12 rakaat dan seterusnya. Secara rinci, pengerjakan salat Tahajud dua rakaat, tata caranya adalah sebagai berikut 1. Membaca niat salat Tahajud, lafalnya adalah أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatat tahajjudi rakataini lillāhi taālā."Artinya "Aku berniat salat sunah tahajud dua rakaat karena Allah." 2. Membaca takbiratul Membaca surah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan salah satu surah dalam Alquran4. Sujud Duduk di antara dua sujud8. Sujud kedua rakaat Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca surah Al-Fatihah hingga sujud Duduk Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri. C. Salat WitirLazimnya, salat Witir adalah salat penutup yang dikerjakan usai mendirikan salat-salat malam, seperti salat Tarawih, Tahajud, salat Hajat, dan lain sebagainya. Kendati demikian, salat Witir juga dapat dikerjakan secara tersendiri, tanpa harus didahului salat-salat sunah malam lainnya. Salat Witir dianjurkan didirikan secara munfarid, kecuali pada Ramadan sebaiknya dikerjakan berjamaah. Pengerjaan salat Witir ini dilakukan dengan rakaat ganjil, mulai dari satu rakaat, tiga, lima, hingga maksimal 11 rakaat. Kesunahan salat Witir ini tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW " ... [salat Witir itu adalah hak setiap muslim, siapa yang lebih suka witir lima rakaat, maka kerjakanlah, dan barang siapa yang lebih suka witir satu rakaat, maka kerjakanlah," Abu Daud dan Nasa'i. Tata Cara Salat WitirUraian berikut ini menjelaskan mengenai tata cara salat Witir yang didirikan dengan tiga rakaat. Secara umum, terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk pengerjaan salat Witir tiga rakaat, yaitu dengan dua salam atau satu salam. Berikut rinciannya Pertama, urutan tata cara salat Witir tiga rakaat dengan dua salam adalah sebagai berikut 1. Mengucapkan bacaan niat salat Witir dengan dua rakaat. Bacaan niatnya adalah sebagai berikut أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى Bacaan latinnya "Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini lillaahhi ta'aalaa."Artinya "Aku berniat salat sunah Witir dua rakaat karena Allah ta'ala." 2. Mengucapkan takbir ketika takbiratul Membaca surah Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surah dalam Sujud Duduk di antara dua Sujud Berdiri kembali pada rakaat kedua,10. Membaca surah surah Al-Fatihah dan membaca salah satu surah dalam Sujud Duduk di antara dua Sujud Duduk tasyahud akhir rakaat Salam pada akhir rakaat Kemudian, kembali salat satu rakaat dengan membaca niat salat witir satu rakaat, serta melakukan urutan yang sama seperti di rakaat pertama, diakhiri tasyahud akhir dan salam. Niat untuk salat Witir satu rakaat adalah sebagai berikut أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى Bacaan latinnya "Ushallii sunnatam minal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa."Artinya "Aku berniat salat sunah Witir satu rakaat karena Allah ta'ala." Kedua, urutan tata cara salat Witir tiga rakaat dengan satu salam adalah sebagai berikut 1. Mengucapkan bacaan niat salat witir sendiri untuk tiga rakaat. Bacaan niat salat Witir dengan tiga rakaat adalah sebagai berikut اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatal witri tsalâtsa rakaâtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi taâlâ"Artinya "Aku berniat salat sunah Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala." 2. Mengucapkan takbir ketika takbiratul Membaca surah Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surah dalam Sujud Duduk di antara dua Sujud Berdiri kembali pada rakaat Membaca surah surah Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surah dalam Sujud Duduk di antara dua Sujud Berdiri kembali pada rakaat Membaca surah surah Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surah dalam Sujud Duduk di antara dua Sujud Duduk tasyahud Salam. D. Salat DuhaKetika matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang masuknya waktu salat Zuhur, seorang muslim dianjurkan mendirikan salat Duha. Salat Duha minimal dikerjakan dua rakaat dan dapat ditambah kelipatannya. Salat Duha ini merupakan sunah Nabi Muhammad SAW yang ia wasiatkan kepada Abu Hurairah "Rasulullah, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat salat Duha [setiap hari], dan salat Witir sebelum tidur."Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan ampunan dosa bagi yang rutin mendirikan salat Duha sebagaimana tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW "Siapa yang membiasakan diri [untuk menjaga] salat duha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan," Tirmidzi. Tata Cara Salat DuhaSeorang muslim dapat mendirikan salat Duha, minimal dua rakaat dan dapat ditambah kelipatan genapnya. Jika lebih dari dua, maka pengerjaannya adalah dengan satu salam setiap dua rakaat, kemudian mengulangi lagi salat dua rakaat berikutnya. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Ummu Hani, ia berkata "Rasulullah SAW pada tahun terjadinya Fathu Makkah, beliau salat Duha delapan rakaat,” Bukhari. Secara rinci, pengerjakan salat Duha dua rakaat, tata caranya adalah sebagai berikut 1. Membaca niat salat Duha, lafalnya adalah أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatad dhuhā rakataini lillāhi taālā."Artinya "Aku menyengaja salat sunah duha dua rakaat karena Allah SWT." 2. Membaca takbiratul Membaca surah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan salah satu surah dalam Alquran4. Sujud Duduk di antara dua sujud8. Sujud kedua rakaat Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca surah Al-Fatihah hingga sujud Duduk Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri. E. Salat TasbihSesuai dengan namanya, salat Tasbih adalah salat sunah untuk memperbanyak tasbih. Di dalam salat ini, tasbih dibaca setidaknya sebanyak 300 kali. Pengerjaannya dapat dilakukan siang hari atau malam hari. Tidak ada waktu khusus untuk mendirikan salat Tasbih. Salat Tasbih ini hukumnya sunah sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas ketika ia mengajarkan kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthallib mengenai salat Tasbih "Wahai Abbas, pamanku, sukakah paman, aku beri, aku ajari 10 macam kebaikan yang dapat menghapus 10 macam dosa? Jika Paman mengerjakan hal tersebut, Allah akan mengampuni dosa-dosa Paman, baik yang awal maupun yang akhir, baik yang sudah lalu maupun yang akan datang, baik yang disengaja maupun tidak, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang samar-samar maupun yang macam kebaikan itu adalah, Paman mengerjakan salat empat rakaat, dan setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surah, apabila selesai membaca itu, dalam rakaat pertama dan masih [dalam posisi] berdiri, bacalah "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar" sebanyak 15 kali, lalu rukuk, dan dalam rukuk membaca bacaan seperti itu sebanyak 10 kali, kemudian mengangkat kepala dari rukuk [iktidal] juga membaca itu 10 kali, lalu sujud juga membaca 10 kali, setelah itu mengangkat kepala dari sujud [duduk di antara dua sujud] juga membaca 10 kali, lalu sujud juga membaca 10 kali, kemudian mengangkat kepala dan membaca 10 kali, jumlahnya ada 75 kali dalam setiap rakaat, paman dapat melakukannya dalam empat rakaat." Abu Dawud. Tata Cara Salat TasbihSalat tasbih dikerjakan dengan jumlah empat rakaat, baik itu dengan sekali salam atau dua kali salam. Jika dikerjakan dengan dua kali salam, maka salat Tasbih didirikan masing-masing dua rakaat. Tata cara pengerjaan salat tasbih adalah sebagai berikut. 1. Membaca niat salat Tasbih, lafalnya adalah أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnat tasbīhi arbaa rakātin lillāhi taālā."Artinya, “Aku menyengaja salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala.” 2. Takbiratul Membaca Surah Al-Fatihah4. Membaca surah Membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 15 Rukuk, membaca tasbih Sebelum bangun iktidal, membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 Di posisi iktidal sebelum sujud, membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 Dalam posisi sujud sebelum bangun untuk duduk di antara dua sujud membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 Duduk di antara dua Dalam posisi duduk, sebelum sujud kedua, membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 Sujud Dalam posisi sujud kedua, sebelum bangun, membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 Duduk untuk bangun melanjutkan rakaat kedua. Sebelum bangun dalam posisi duduk membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 Bangun, melakukan rakaat kedua seperti rakaat Untuk rakaat terakhir sebelum salam, baik itu rakaat kedua atau rakaat keempat, sebagai ganti poin 15, sebelum salam membaca tasbih Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar 10 kali sehingga tetap dalam rakaat tersebut tasbih diucapkan 75 juga Shalat Sunah Munfarid Macam-Macam, Ketentuan dan Tata Caranya Shalat Sunah Berjamaah Jenis, Ketentuan & Tata Cara Pelaksanaannya - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno

makna sholat berjamaah dan mendirikan sholat sunah secara individu